Postingan

Petis: Padu-Padan Selera Hitam Manis

Gambar
Hitam. Unik. Sensasi lumer terasa ketika gigitan pertama mencapai tahu berisikan saus hitam itu. Bumbu-bumbu sedap berpadu rasa manis dan aroma khas segera memuncakkan selera makan. Inilah petis. Teksturnya cenderung kental tetapi bisa juga diencerkan sesuai selera. Petis cukup banyak menjadi pilihan favorit masyarakat pesisir, salah satunya di Semarang, kotaku. Tak heran, petis adalah salah satu produk olahan lanjut dari air rebusan pemindangan ikan (proses pemasakan ikan dengan cara merebus dengan garam) atau kepala udang. Karena asal mula bahan baku itulah, kebanyakan petis juga diproduksi tak jauh dari kota-kota pesisir yang lekat dengan bidang perikanan. Di kotaku, Semarang, petis biasa dipadukan dengan beragam makanan. Mulai dari kudapan gorengan seperti tahu, tempe mendoan, perkedel jagung, pia-pia udang, hingga digunakan sebagai saus pada sayuran kukus ketika dihidangkan bersama nasi.   Tahu pong goreng dengan isian petis Kudapan atau cemilan tahu goreng adalah maka...

30 Konten Terbaik Kompasiana Periode Agustus 2020

Gambar
  Menyambut momentum sakral dan bersejarah bagi bangsa Indonesia pada bulan Agustus 2020 lalu, saya mencoba menuangkan pemaknaan dalam sebuah artikel berjudul “Merdeka dalam Mengabdi dan Berkarya bagi Bangsa” di media menulis Kompasiana. Tak disangka, artikel tersebut dipercaya menjadi salah satu dari 30 konten terbaik Kompasiana Periode Agustus 2020 dalam Blog Competition “Kirim Tugas di Kompasiana” yang diikuti oleh siswa dan mahasiswa maksimal strata satu. 30 Konten Terbaik Kompasiana Periode Agustus 2020: https://www.kompasiana.com/kompasiana/5f6760a7d541df2588694804/30-konten-terbaik-bulan-agustus-2020?page=all Saya sangat bersyukur boleh turut berpartisipasi dan berterima kasih atas kesempatan yang luar biasa untuk bisa saling berbagi melalui media tertulis digital ini. Selengkapnya, artikel tersebut dapat dibaca melalui tautan berikut ini: https://www.kompasiana.com/bernardineagatha/5f3b49ff65eaa17a872d6612/merdeka-dalam-mengabdi-dan-berkarya-bagi-bangsa?page=1 ...

Aku, Buku, dan Perjalanan Beradaptasiku: Sebuah Refleksi Atas Perjalanan Beradaptasi

Gambar
  Bagaimana buku membantu bahkan mengubah hidupmu, menjadikanmu manusia yang lebih baik ? Bagaimana Buku Menemani Perjalananku Beradaptasi? Selama masa-masa berkuliah dan menyelesaikan skripsi di rumah, sangat sulit bagi saya menemukan kehidupan seperti ‘dulu’: Berkumpul dengan teman-teman untuk sekadar mengobrol dan bercanda atau hanya sekadar melepas penat sambil bercerita tentang hidup. Ketiadaan sesuatu yang telah lama menjadi kebiasaan ternyata memang sangat mengganggu. Setidaknya, itulah yang saya rasakan dan alami. Namun ternyata ketidaknyamanan itu membuat saya terusik untuk mencari bentuk baru. Sendirian menghadapi waktu-waktu sulit itu, saya merasa membutuhkan seseorang untuk bertukar pikiran atau sekadar menjadi tempat untuk bertanya saja. Dalam hidup, kita selalu membutuhkan partner, bukan? Namun bagaimana jika ternyata diri kita sendirilah yang harus menjadi partner yang tangguh untuk diri kita sendiri? Situasi dunia saat ini yang memang sedang tidak baik-baik ...

“Kekacauan” Gel Agar-Agar

Gambar
  (Sumber foto: dokumen pribadi) Apa kira-kira yang akan terjadi ketika sebuah gel agar-agar dipanaskan di dalam oven? Bagaimana struktur dan teksturnya akan berubah? Akahkah gel agar-agar itu dapat kembali ke bentuknya seperti semula? Percobaan “rumahan” yang dilengkapi dengan video hasil percobaan dan pengamatan kali ini akan mencoba mengulik dan menjawabnya! Selengkapnya, klik tautan berikut ini, ya! https://agathakonstantia.blogspot.com/2020/07/kekacauan-gel-agar-agar.html (Artikel ini telah dipublikasikan sebelumnya pada 18 Juli 2020 pada tautan terkait. Karena adanya perubahan sistem, artikel ini dimuat ulang pada laman ini).

Kekaguman yang Menuntun Jalan

Gambar
Kita selalu punya alasan untuk bertekun pada sebuah jalan. Setidaknya ada satu alasan yang membuat saya merasa selalu ingin bertahan. Alasan itu didorong oleh suatu rasa penasaran, dan rasa penasaran lahir atas suatu kekaguman. Ya, kekaguman adalah alasan paling alami dan mendasar yang mendorong kita sebagai manusia untuk merasa resah hingga menemukan jawaban. Ada berbagai macam pertanyaan spontan yang muncul dalam benak saya, yang muncul karena rasa kagum, ketika berjumpa dengan makanan. Mengapa aroma roti enak? Mengapa pinggiran roti berwarna cokelat? Kenapa bentuk biskuit dalam kemasan bisa sama dan seragam? Bagaimana cara mereka memasukkan biskuit-biskuit ke dalam kaleng? Mengapa ada tulisan-tulisan kecil di kemasan biskuit yang saya makan? Pada waktu kecil, saya sama sekali tidak paham artinya. Namun yang jelas, saya yakin tulisan-tulisan itu pasti penting adanya karena dituliskan di sana. Sebuah keyakinan yang lugu dan apa adanya. Ketika saya kecil, saya selalu suka melihat d...

#Educational Notes: Journey of a Lifetime

Gambar
  As I go back in times, I realized that I have experience d several test methods in the journey of my educational life. Three years ago I graduated from high school and now I am pursuing my last year of college life for my undergraduate study (bachelor degree) in Food Technology . This final year always be a moment to rethink and re-plan again for further step of life that we want to approach. On Monday morning (4 January 2021), I suddenly found a n answer sheet paper test of my high school test. It was an LJK answer sheet paper test ( Lembar Jawab Komputer or Computerized Answer Sheet). This little finding just suddenly brought me to look back on my lifetime journey.  Back then, it was so familiar to use 2B p encil for Computerized Answer Sheet or Lembar Jawab Komputer (LJK) in 2011 to 2014. Essay and short answer written in answer sheet paper seemed to be the longest and most widely used method. Until I finally experienced the Computer-Based National Test or Ujian N...